Apresiasi Kesmavet Medan

Pagi itu aku menyusuri Jalan Gegerkalong Girang yang mulai macet. Jalan arteri yang sangat kecil ini sudah dipenuhi oleh mobil dan motor yang saling berebut menuju tujuan masing-masing agar tidak terlambat. Aku pun begitu. Aku berusaha mempercepat jalan dan berharap sampai di Cipaganti Dipati Ukur tidak lebih dari jam 8 pagi. Hari itu aku bersama dengan seorang teman bertolak ke Medan, untuk mengikuti Apresiasi Kesmavet di BPPV Reg.I Medan dari tanggal 24 sampai 28 Oktober 2011.

Sekitar pukul 11 pagi kami tiba di terminal 1B Bandara. Di terminal inilah tempat berlabuhnya armada Lion Air tujuan bagian barat Indonesia. Kami bertemu dengan Mbak Dini, juga seorang peserta dari BBV Maros, Makassar yang lagi transit den kebetulan satu pesawat dengan kami.  Pesawat take off jam 1.30 siang dan mendarat di Bandara Polonia Medan sekitar jam 15.30. Panitia telah menyambut di pintu kedatangan dan mereka langsung membawa kami ke Grand Darussalam Syariah Hotel di Jalan Darussalam Medan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Bapak Boethdy Angkasa yang mewakili Direktur Kesmavet dan Pasca panen yang tidak bisa hadir. Setelah acara dibuka oleh Ibu Kepala BPPV Reg.II Medan, Bapak Boethdy memberikan arahan mengenai gambaran pemakaian hormon pada hewan dan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Dia juga menekankan betapa pentingnya pengawasan terhadap pemakaian zat ini. Pada acara ini juga dipelajari isolasi dan identifikasi TBC pada susu, dan itu penting juga dipelajari, imbuhnya.

drh. Wiwit Subianti sedang memaparkan materi

Sesi pertama dimulai oleh mbak Wiwit dari BPMPP dengan materi Deteksi Hormon Trenbolon Asetat (TBA) dan Zeranol dengan metoda ELISA. Beliau menjelaskan dengan detail prosedur pengujian ini dan berbagi pengalaman kerja di lab bersama semua peserta. Evaluasi mendasar bagi semua peserta adalah masih kurangnya bahan dan peralatan pengujian yang di butuhkan pada masing-masing lab.

Pak Adji pada saat praktikum

Sesi kedua dilanjutkan oleh Bapak Rahmat Setya Adji dari BBalitvet dengan bahasan “Metode Isolasi dan Identifikasi Micobacterium bovis dari Susu Segar”. Setelah mendengarkan paparan mengenai metode ini, kami diajak untuk praktikum di laboratorium pada hari berikutnya. Pada praktikum ini bapak Adji sengaja mencampur kontrol positif ke dalam susu. Setelah melakukan beberapa prosedur, susu yang berisi bakteri ini siap untuk di streak ke media kultur dan juga dilakukan pewarnaan untuk identifikasi. Media kultur diinkubasi pada 37 derajat Celcius selama 3 – 12 minggu. Sedangkan untuk pewarnaan dilakukan pewarnaan tahan asam (Ziehl Neelsen). Bisa juga digunakan PCR untuk mempercepat proses pengujian.

Media Kultur M.bovis
M.bovis berbentuk batang merah di bawah mikroskop dengan pewarnaan Ziehl Neelsen

Acara ditutup setelah praktikum berakhir. Dari kegiatan ini dihasilkan beberapa rumusan yang akan di follow up oleh semua peserta di instansi masing-masing dan sebagai masukan bagi pengambil kebijakan.

Padang, Pekanbaru, Medan, Jakarta, Bandung, Serang, next…

Dari target minimal 17 ibukota provinsi baru 6 kota yang udah aku kunjungi:

1. Padang (Sumatera Barat)

Jelas dong, ini kan ibukota provinsi tanah kelahiranku. 7 tahun aku di kota ini. Sekitar 70-an km dari Padang Panjang

2. Pekanbaru (Riau)

Tahun 2005 aku berkunjung ke Kota ini buat ngikutin LKMM-TM se-Indonesia di Universitas Riau

Continue reading “Padang, Pekanbaru, Medan, Jakarta, Bandung, Serang, next…”