Istana Maimoon

Sore-sore setelah acara Apresiasi Kesmavet hari pertama, Panitia mengajak kami berkunjung ke Istana Maimoon. Aku dan teman-teman tidak melewatkan kesempatan ini untuk belanja souvenir dan mengabadikan moment ini :

Istana Maimoon berdiri sejak 26 Agustus 1888

 

Maket Istana Maimoon

Informasi lengkap mengenai Istana ini silakan mengunjungi :

http://istanamaimoon.com

Advertisements

Apresiasi Kesmavet Medan

Pagi itu aku menyusuri Jalan Gegerkalong Girang yang mulai macet. Jalan arteri yang sangat kecil ini sudah dipenuhi oleh mobil dan motor yang saling berebut menuju tujuan masing-masing agar tidak terlambat. Aku pun begitu. Aku berusaha mempercepat jalan dan berharap sampai di Cipaganti Dipati Ukur tidak lebih dari jam 8 pagi. Hari itu aku bersama dengan seorang teman bertolak ke Medan, untuk mengikuti Apresiasi Kesmavet di BPPV Reg.I Medan dari tanggal 24 sampai 28 Oktober 2011.

Sekitar pukul 11 pagi kami tiba di terminal 1B Bandara. Di terminal inilah tempat berlabuhnya armada Lion Air tujuan bagian barat Indonesia. Kami bertemu dengan Mbak Dini, juga seorang peserta dari BBV Maros, Makassar yang lagi transit den kebetulan satu pesawat dengan kami.  Pesawat take off jam 1.30 siang dan mendarat di Bandara Polonia Medan sekitar jam 15.30. Panitia telah menyambut di pintu kedatangan dan mereka langsung membawa kami ke Grand Darussalam Syariah Hotel di Jalan Darussalam Medan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Bapak Boethdy Angkasa yang mewakili Direktur Kesmavet dan Pasca panen yang tidak bisa hadir. Setelah acara dibuka oleh Ibu Kepala BPPV Reg.II Medan, Bapak Boethdy memberikan arahan mengenai gambaran pemakaian hormon pada hewan dan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Dia juga menekankan betapa pentingnya pengawasan terhadap pemakaian zat ini. Pada acara ini juga dipelajari isolasi dan identifikasi TBC pada susu, dan itu penting juga dipelajari, imbuhnya.

drh. Wiwit Subianti sedang memaparkan materi

Sesi pertama dimulai oleh mbak Wiwit dari BPMPP dengan materi Deteksi Hormon Trenbolon Asetat (TBA) dan Zeranol dengan metoda ELISA. Beliau menjelaskan dengan detail prosedur pengujian ini dan berbagi pengalaman kerja di lab bersama semua peserta. Evaluasi mendasar bagi semua peserta adalah masih kurangnya bahan dan peralatan pengujian yang di butuhkan pada masing-masing lab.

Pak Adji pada saat praktikum

Sesi kedua dilanjutkan oleh Bapak Rahmat Setya Adji dari BBalitvet dengan bahasan “Metode Isolasi dan Identifikasi Micobacterium bovis dari Susu Segar”. Setelah mendengarkan paparan mengenai metode ini, kami diajak untuk praktikum di laboratorium pada hari berikutnya. Pada praktikum ini bapak Adji sengaja mencampur kontrol positif ke dalam susu. Setelah melakukan beberapa prosedur, susu yang berisi bakteri ini siap untuk di streak ke media kultur dan juga dilakukan pewarnaan untuk identifikasi. Media kultur diinkubasi pada 37 derajat Celcius selama 3 – 12 minggu. Sedangkan untuk pewarnaan dilakukan pewarnaan tahan asam (Ziehl Neelsen). Bisa juga digunakan PCR untuk mempercepat proses pengujian.

Media Kultur M.bovis
M.bovis berbentuk batang merah di bawah mikroskop dengan pewarnaan Ziehl Neelsen

Acara ditutup setelah praktikum berakhir. Dari kegiatan ini dihasilkan beberapa rumusan yang akan di follow up oleh semua peserta di instansi masing-masing dan sebagai masukan bagi pengambil kebijakan.

Kesmavet

Kesmavet itu adalah singkatan dari Kesehatan Masyarakat Veteriner. Walau bukan DVM (Doctor of Veterinary Medicine) seperti gelar sebagian teman-teman di kantor, saya mencoba untuk menulis sedikit tentang bidang ini. Ga pa pa kan? Toh sebagian besar yang dikerjakan di Lab Kesmavet itu bidang saya, yaitu Ilmu Kimia. Mungkin kebanyakan teman-teman yang bukan dari Fakultas Kedokteran Hewan, atau yang kurang baca, atau yang malas baca, atau yang gak mau tahu, atau yang ga mau diberi tahu belum mengetahui apa itu Kesmavet. Jujur, saya aja baru tau Kesmavet itu saat jadi pegawai di Kementan RI dan ditempatkan di BPPV Subang, hi hi hi http://www.smileycodes.info. Malu-maluin.

Lab kesmavet BPPV Subang

Kira-kira saya masuk kategori mana ya? Kalo mahasiswa FKH saya bukan. Atau mungkin saya masuk kategori orang yang kurang baca atau malas baca?. Gak lah… Secara saya kan orang yang suka baca. Atau mungkin saya orang yang ga mau tau dan ga mau diberi tahu. Hah..? Saya ga sesombong gitu!. Jadi saya ini masuk kategori mana? Atau ada masalah lain yang menyebabkan saya ga tau? Atau informasi yang beredar sangat terbatas? Bisa jadi. Teman-teman mau masuk kategori mana?. Kategori yang keenam aja ya. Orang yang mau diberi tahu… he he he (kapan pula ada kategori enam?).

Baiknya saya ngasih info disini, biar teman-teman pada tau tentang bidang ini. Seperti yang telah diberitahu di atas, Kesmavet merupakan salah satu bidang ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan yang melakukan penelitian ato penyidikan ato pengujian mutu produk asal hewan berupa daging, susu, dan telur, serta semua produk olahannya. Peran kesmavet di Indonesia dilaksanakan oleh beberapa Perguruan Tinggi, Direktorat Kesmavet dan Pasca Panen Kementan RI, Badan Karantina (Barantan), Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), BPMPP (Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan), Balai Besar Veteriner (BBVet), Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV), dan Lab Kesmavet daerah. Selanjutnya kita fokus ke Lab Kesmavetnya BBVet, BPPV dan lab daerah aja ya. Jangan berontak!!!http://www.smileycodes.info

Di Indonesia ada 5 buah BPPV (Reg I Medan, Reg II Bukittinggi, Regional III Lampung, Reg V Banjar Baru dan BPPV Subang -yang terakhir ini masih baru-) dan 3 buah BBVet (BBVet Wates, BBVet Denpasar dan BBVet Maros). Kalo BBVet bisa dipahami kan?. Namanya aja udah “besar” jadi balai ini punya pengujian yang besar-besar, ha ha ha!. Kayak anak kecil aja. BBVet dan BPPV itu sebenarnya hampir sama, cuma BBVet mempunyai keunggulan pengujian yang lebih dan tingkat Eselonnya lebih tinggi dibanding BPPV.

Semua BPPV dan BBVet masing-masing memiliki Lab Kesmavet disamping Lab Kesehatan Hewan. Jadi jika kita kerja di BPPV atau BBVet dan ditempatkan di Lab Kesmavet maka tugasnya adalah melakukan pengujian mutu produk asal hewan dan produk olahannya. Lab Kesmavet terdapat juga pada dinas-dinas pertanian atau peternakan yang ada di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun belum semua Provinsi, Kabupaten, atau kota yang mempunyai Lab Kesmavet sendiri. Tugasnya sama dengan BPPV dan BBVet. Jadi biasanya Lab Kesmavet BPPV dan BBVet berkoordinasi dengan Lab Kesmavet daerah untuk melakukan pengawasan terhadap produk asal hewan. Paham…? Paham pak Guru!.

Pengujian apa aja sih yang dilakukan di Lab Kesmavet?. Pengujian produk asal hewan di Lab Kesmavet meliputi pengujian organoleptik, pengujian fisik, pengujian kimia, pengujian cemaran mikroba (TPC, E coli, Coliform, Staphylococcus aureus, Salmonella, Campylobacter dan mikroba patogen lainnya), dan pengujian residu (antibiotik, hormon, pestisida dan logam berat). Metode-metode pengujian mengacu pada standar nasional maupun internasional seperti SNI, BAM, AOAC dan literatur lainnya.  Seluruh pengujian yang dilakukan semata-mata menjamin produk asal hewan (daging, susu, telur dan produk olahannya) aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dan berdaya saing yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Ini sekilas mengenai Kesmavet dan lembaga-lembaga yang melaksanakan fungsi Kesmavet. Sekarang sudah tau kan tentang Kesmavet? Walau sedikit, he he. Masih banyak lagi hal-hal yang perlu diketahui mengenai bidang ini. Untuk sementara cukup segini. Biar nanti ga bloon-bloon amat jika ada yang nanya.http://www.smileycodes.info