Tak Sama

Sadang kayu di rimbo ndak samo tinggi, kok kunun manusia

(Even the trees in the jungle are not all of the same height, let alone the people.)

Semua manusia punya sifat khas yang berbeda satu sama lainnya. Kadang kita kebingungan menghadapi seseorang yang punya prilaku yang benar-benar baru, alias belum pernah ditemukan sebelumnya. 🙄 Baik cara bicaranya, cara berjalan, cara bergaul, cara menyatakan pendapat, cara menulis, cara tertawa, bahkan cara menangisnya. Pertama kali bertemu pokoknya. Kita nganggapnya aneh. Pernah gak?

Aku teringat cerita seorang teman yang kebingungan menghadapi temannya yang mempunyai sifat pendiam dan sulit dipahami. Sebutlah nama temannya itu Fred. Fred adalah seorang anak yang jarang bicara. Dia kebanyakan diam dalam berbagai perbincangan.  Seolah-olah dia memendam sebuah kesalahan yang membuatnya begitu tertekan dan ketika topik pembicaraan mengenai hal yang berdekatan dengan masalahnya itu dia cendrung tidak terkendali dan marah secara tiba-tiba. 👿 Kita yang ikut disana bengong aja gak ingat salah apa?. Pernah berkata apa?

Aku juga mempunyai seorang teman yang mempunyai khayalan dan cara berfikir yang tidak runut. Cendrung meloncat-loncat. Kadang aku dapat ide banyak darinya. Kadang aku juga jengkel kepadanya. Kadang aku ingin sekali memukulnya. Tapi karena aku orangnya baek… ha ha ha. Memuji diri sendiri. 😳 Jadinya aku hanya senyum-senyum saja mendengar khayalan yang ga tentu arah dan tidak terlalu memikirkannya. Mungkin masuk telinga kanan, eh keluar lagi beberapa detik setelahnya di telinga kiri. Maaf…

Aku juga punya teman. Teman sepermainan. Eh… kok jadi nyanyi….! Back to the topic. Temanku itu selalu merasa hebat dan lebih berpengalaman. Aku adalah anak kecil yang ga tau apa-apa dihadapannya. Aku nurut aja. Jadi anak kecil yang ga tau apa-apa ga masalah. Kalau seandainya aku menyanggah dia bakal jadi-jadian menunjukkan superpowernya. Dapat saingan pula nanti Negara Amerika, trus pecah perang dunia ketiga,,, gawaaaaaaat!.

Ada juga temanku yang selalu mengeluh mengenai apapun. Semuanya buruk dihadapannya. Pokoknya semuanya tidak sempurna, ada yang salah, tidak beres, tidak pantas. Pokoknya ada aja deh yang dikeluhkan. Kalau yang satu ini aku menghindar saja. Jadi naik darah kalau dekat dengannya.

Ada lagi temanku. Eh kok jadinya gunjing ya? Termasuk gunjingkah ini? Kuharap tidak, karena aku cuma mau ngasih contoh aja. Tapi contohnya kebanyakan kayaknya. Stop, nulis mengenai teman-temanku disini. Stop!

Ya begitulah. Setiap orang tak sama. Benar kata pepatah Minang, “Sadang kayu di rimbo ndak samo tinggi, kok kunun manusia“. Sedangkan kayu di hutan tidak sama tinggi, apalagi manusia. Maksudnya bukan pada tinggi manusianya, tapi pada sifat-sifat yang berbeda pada diri mereka. Tergantung bagaimana kita berhadapan dengannya. Langkah terbaik menurutku adalah mengalah aja atau menjadi anak kecil aja, atau diam aja, atau senyum nyengir aja. Ga pa pa kan? Daripada kehilangan teman-teman yang susah nyarinya. Tul ga? 😉

Advertisements