Pukulan Telak

Senin kemarin aku berkesempatan membantu kakakku yang menjual ayam di Pasar Padang Panjang. Ketika sedang istirahat setelah membersihkan ayam yang akan dijual, muncul dua orang yang mengucapkan salam yang khas. Salah seorang diantaranya seorang pria berumur sekitar 30-an tahun yang terganggu penglihatannya. Satunya lagi seorang ibu, rekan si pria yang bertugas sebagai pemandu.

Sembari mengucapkan salam, sang ibu menuntun tangan si pria yang memegang sebuah ember kecil ke hadapanku. Aku langsung menjawab salam itu dan bilang, ”Maaf lu buk” (transl: Maaf dulu bu). Kedua orang itu langsung beranjak dari kedai kami. Kakakku yang tadi melayani pembeli memanggil mereka.

Continue reading “Pukulan Telak”