Maple Tree

Ini adalah kumpulan foto setiap hari, pemandangan dari balkon kamar saya di JICA Obihiro Center. Saya menggunakan Camera Blackberry Curve 9380 (Orlando) 5 mp.

Pada 2012.11.19 sudah mulai turun salju.

Advertisements

Coutesy Visit to Mayor of Obihiro

Pada Jum’at tanggal 26 Oktober 2012, para peserta JICA training berkesempatan bertemu dengan Mayor of Obihiro. Kami berangkat dari JICA center pukul 08.30 pagi dan dijadwalkan disambut oleh Mayor of Obihiro pada pukul 09.15. Namun karena sibuk, beliau diganti oleh Vice Mayor, Bapak Yukiya Shimano.

Obihiro City Hall (pict dari ja.wikipedia.org)

Pada saat perkenalan, kami diminta berbicara dalam bahasa Jepang. Sensei Bahasa Jepang kami, Tokita-sensei sehari sebelumnya telah mengajar kami cara perkenalan diri dalam bahasa Jepang.

Hajimemashite

Guswanto desu

Indoneshia no Jakaruta Kara Kimashita

Watashi wa JICA no kensyuin desu

Kenshu kosu wa juekitaisaku desu

Douzo Yoroshiku Onegaishimasu

Kata-kata itulah yang harus diucapkan saat perkenalan. Hal ini menjadi momok bagi teman-teman dari Thailand, Mongolia, Uganda dan Zambia. Mereka kesulitan mengucapkan kalimat diatas dengan benar. Saya sedikit gugup, tapi Alhamdulillah lancar dan fasih mengucapkannya. Tiga orang teman dari Mongolia kacau karena sering mengucapkan kalimat bernada “Kha” dalam bahasa mereka. Dua orang teman dari Thailand menggunakan intonasi khas bahasa Thailand saat bicara. Satu orang dari Uganda lupa sebagian kalimat yang harus diucapkan. Satu orang dari Zambia percaya diri dengan mengucapkan “desu” diakhir kalimat, yang seharusnya diucapkan “des”. Ha ha ha. Walaupun begitu, pak Shimano tetap memberikan applaus kepada kami yang bersusah payah berbicara dalam bahasanya.
Obihiro terkenal dengan produk pertaniannya yang berlimpah dan salah satu lumbung pangan negara Jepang. Salah satunya adalah dairy product yang berkualitas tinggi. Disela-sela diskusi saat acara berlangsung kami dihidangkan susu segar yang enak sekali.

Acara ditutup dengan penyerahan pin Obihiro City kepada semua peserta dan foto bersama.

 

Perjalanan ke Obihiro

Perjalanan kali ini dalam rangka mengikuti Advanced Research Course on International Animal Health yang diadakan oleh JICA selama 10 bulan. Terhitung mulai tanggal 22 Oktober 2012 – 24 Agustus 2013.

Pada 23 Oktober 2012 pukul 23.30 WIB saya berangkat dari Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta menuju Narita (1) Jepang. Saya terlambat dari jadwal yang seharusnya karena ada sedikit masalah di Kemsesneg. Izin tugas belajar baru keluar tanggal 19 Oktober 2012 dan itu sudah terlalu telat untuk pengurusan visa di Kedubes Jepang pada hari yang sama. Alhamdulillah pihak JICA mau menerima pengunduran jadwal beberapa hari, dengan syarat ada Surat Permohonan Keterlambatan dari Kementan. Tanggal 22 Oktober 2012 visa diajukan, dan keesokan harinya tanggal 23 Oktober 2012, saat visa selesai saya langsung berangkat ke Jepang karena JICA sudah siap dengan tiket PP Jakarta-Tokyo. Salut buat JICA dan mengecewakan buat Kemsesneg.

Image
Garuda at Terminal 1 Narita Airport

Nyampe di Narita Rabu, 24 Oktober 2012 pukul 09.00 waktu setempat. Setelah melewati prosedur imigrasi dan baggage claim, saya keluar bandara dan langsung ketemu dengan travel agent yang telah di arrange JICA. Saya diarahkan ke bus Airport Limousine yang akan membawa saya menuju Haneda Airport untuk melanjutkan perjalanan ke Obihiro. Setelah menempuh perjalanan sekitar 70 menit, saya sampai di Haneda airport. Disini bertemu lagi dengan travel agent dan dia mengarahkan saya untuk check-in di counter JAL (Japan Airlines). Jadwal saya ke obihiro pukul 13.00. Jadi punya waktu 2 jam di ruang tunggu untuk istirahat dan mengamati orang-orang Jepang lalu-lalang (kebanyakan pake jas lengkap). Sudah tradisi disini orang-orang Jepang pake jas lengkap saat kerja. Sampai sopir bus pun memakai pakaian yang sama.

Alhamdulillah bisa akses wifi pake BB disini sehingga saya bisa ngirim kabar ke Indonesia. Perjalanan menuju Obihiro cukup nyaman. Pramugaranya cukup ramah dan menanyakan saya bisa bahasa jepang atau tidak. Ketiga saya menggelengkan kepala, dia langsung bicara pake bahasa Inggris dan memandu saya selama di perjalanan. Thanks bro…

Image
Nyampe di Tokachi Obihiro Airport

Sekitar pukul 15.00 saya sampai di Tokachi Obihiro Airport dan bertemu dengan seorang officer JICA dan mengarahkan saya ke Taksi yang sudah dipesan. Sekitar pukul 15.30 nyampe di JICA center.

Surprise…. dengan kelelahan yang sangat saya langsung dijadwalkan mengikuti briefing pukul 17.00 karena udah telat 2 hari. Alhasil briefing yang seharusnya 2 hari, dipadatkan jadi 3 jam saya lewati dengan mata 5 watt.

Image
my room @JICA Obihiro for 10 months

Kesmavet

Kesmavet itu adalah singkatan dari Kesehatan Masyarakat Veteriner. Walau bukan DVM (Doctor of Veterinary Medicine) seperti gelar sebagian teman-teman di kantor, saya mencoba untuk menulis sedikit tentang bidang ini. Ga pa pa kan? Toh sebagian besar yang dikerjakan di Lab Kesmavet itu bidang saya, yaitu Ilmu Kimia. Mungkin kebanyakan teman-teman yang bukan dari Fakultas Kedokteran Hewan, atau yang kurang baca, atau yang malas baca, atau yang gak mau tahu, atau yang ga mau diberi tahu belum mengetahui apa itu Kesmavet. Jujur, saya aja baru tau Kesmavet itu saat jadi pegawai di Kementan RI dan ditempatkan di BPPV Subang, hi hi hi http://www.smileycodes.info. Malu-maluin.

Lab kesmavet BPPV Subang

Kira-kira saya masuk kategori mana ya? Kalo mahasiswa FKH saya bukan. Atau mungkin saya masuk kategori orang yang kurang baca atau malas baca?. Gak lah… Secara saya kan orang yang suka baca. Atau mungkin saya orang yang ga mau tau dan ga mau diberi tahu. Hah..? Saya ga sesombong gitu!. Jadi saya ini masuk kategori mana? Atau ada masalah lain yang menyebabkan saya ga tau? Atau informasi yang beredar sangat terbatas? Bisa jadi. Teman-teman mau masuk kategori mana?. Kategori yang keenam aja ya. Orang yang mau diberi tahu… he he he (kapan pula ada kategori enam?).

Baiknya saya ngasih info disini, biar teman-teman pada tau tentang bidang ini. Seperti yang telah diberitahu di atas, Kesmavet merupakan salah satu bidang ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan yang melakukan penelitian ato penyidikan ato pengujian mutu produk asal hewan berupa daging, susu, dan telur, serta semua produk olahannya. Peran kesmavet di Indonesia dilaksanakan oleh beberapa Perguruan Tinggi, Direktorat Kesmavet dan Pasca Panen Kementan RI, Badan Karantina (Barantan), Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), BPMPP (Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan), Balai Besar Veteriner (BBVet), Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV), dan Lab Kesmavet daerah. Selanjutnya kita fokus ke Lab Kesmavetnya BBVet, BPPV dan lab daerah aja ya. Jangan berontak!!!http://www.smileycodes.info

Di Indonesia ada 5 buah BPPV (Reg I Medan, Reg II Bukittinggi, Regional III Lampung, Reg V Banjar Baru dan BPPV Subang -yang terakhir ini masih baru-) dan 3 buah BBVet (BBVet Wates, BBVet Denpasar dan BBVet Maros). Kalo BBVet bisa dipahami kan?. Namanya aja udah “besar” jadi balai ini punya pengujian yang besar-besar, ha ha ha!. Kayak anak kecil aja. BBVet dan BPPV itu sebenarnya hampir sama, cuma BBVet mempunyai keunggulan pengujian yang lebih dan tingkat Eselonnya lebih tinggi dibanding BPPV.

Semua BPPV dan BBVet masing-masing memiliki Lab Kesmavet disamping Lab Kesehatan Hewan. Jadi jika kita kerja di BPPV atau BBVet dan ditempatkan di Lab Kesmavet maka tugasnya adalah melakukan pengujian mutu produk asal hewan dan produk olahannya. Lab Kesmavet terdapat juga pada dinas-dinas pertanian atau peternakan yang ada di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun belum semua Provinsi, Kabupaten, atau kota yang mempunyai Lab Kesmavet sendiri. Tugasnya sama dengan BPPV dan BBVet. Jadi biasanya Lab Kesmavet BPPV dan BBVet berkoordinasi dengan Lab Kesmavet daerah untuk melakukan pengawasan terhadap produk asal hewan. Paham…? Paham pak Guru!.

Pengujian apa aja sih yang dilakukan di Lab Kesmavet?. Pengujian produk asal hewan di Lab Kesmavet meliputi pengujian organoleptik, pengujian fisik, pengujian kimia, pengujian cemaran mikroba (TPC, E coli, Coliform, Staphylococcus aureus, Salmonella, Campylobacter dan mikroba patogen lainnya), dan pengujian residu (antibiotik, hormon, pestisida dan logam berat). Metode-metode pengujian mengacu pada standar nasional maupun internasional seperti SNI, BAM, AOAC dan literatur lainnya.  Seluruh pengujian yang dilakukan semata-mata menjamin produk asal hewan (daging, susu, telur dan produk olahannya) aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dan berdaya saing yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Ini sekilas mengenai Kesmavet dan lembaga-lembaga yang melaksanakan fungsi Kesmavet. Sekarang sudah tau kan tentang Kesmavet? Walau sedikit, he he. Masih banyak lagi hal-hal yang perlu diketahui mengenai bidang ini. Untuk sementara cukup segini. Biar nanti ga bloon-bloon amat jika ada yang nanya.http://www.smileycodes.info