Bekam
Dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:
”Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan para Malaikat mengatakan, ”Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.
Menggambarkan pentingnya bekam, ulama terkemuka dari Kairo, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi menyatakan, ”Kalau suatu negara kefakiman ahli bekam, niscaya kebinasaan mengancam, yang berarti pula mereka menyerahkan dirinya kepada kebinasaan. Padahal Tuhan yang menurunkan penyakit, Dia juga menurunkan obatnya dan Ia membimbing umat manusia untuk menggunakan obat tersebut”. Read more…
Kekecewaan Seorang Ukhti
Assalamu’alaikum wr wb…
Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan atas aktivitas kita. Melipatgandakan amalan2 kita. Meringankan beban di pundak yang semakin hari semakin terasa berat. Lantas..sudah siapkah kita dengan perjuangan berat yang masih panjang di depan mata. Atau kita mulai lelah dan berpikir untuk mengundurkan diri dari barisan jama’ah ini. Yang selama ini kita bermimpi bahwa Allah akan menjanjikan syurga untuk mereka yang berjuang dengan penuh keikhlasan dan mujahadah pada-Nya. Read more…
Buat yang Ingin Lari Pergi
Wahai orang-orang yang beriman!. Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum. Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya), Maha Mengetahui.
Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah).
Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya da orang-orang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.
(QS. al-Maidah (5) ; 54 – 56)
Akal bagi Seorang Muslim
“Barangsiapa yang memperhatikan dengan cermat ayat-ayat Al-Qur’an, pasti ia mengetahui bahwa pemeluk agama Islam adalah ahli berfikir dan menimbang, ahli memfungsikan akal dan pikiran, dan ahli memahami dan menghayati. Dan orang-orang yang melalaikan, tidak mempergunakan akal sebagaimana mestinya, hidupnya tak ubahnya dengan binatang ternak. Orang yang lalai itu sama sekali tidak memperoleh bagian keuntungan sedikitpun dari agama, lantaran mereka hanya mengambil yang lahirnya saja secara taklid buta, yang demikian itu sudah tentu agama atau Al-Qur’an tidak bisa menyucilkan jiwa dan akal semacam itu”
dari Muhammad Rasyid Ridha, Wahyu Ilahi kepada Muhammad (Terj.), Pustaka Jaya, Jakarta, 1983, Hal.406-407
My Undergraduate Thesis Poster
Ini Soal Bertahan Hidup, Kawan
Aku begitu gerah dengan mereka. Seolah-olah diriku mereka anggap seorang manusia kejam yang tak kenal ampun yang akan selalu membunuh mereka. Aku tak tahu apakah aura itu ada di tubuhku. Namun satu hal yang aku tahu, aku tidak seperti itu. Ada satu ekor diantara mereka. Dirinya berwarna putih dan hitam yang cantik. Setiap melihat manusia dia selalu sembunyi. Jadi aku berkesimpulan bukan aura kekejaman yang ada dalam diriku tapi dirinya sendiri yang phobia dengan manusia. Read more…
Syair Abu Tamam
dan peran mereka hanya ada dalam mimpi
yang penuh dengan kebahagiaan dan kesenangan
telah berlalu demikian cepatnya
sehingga kurasakan seakan-akan hanya beberapa hari
Kemudian datanglah sesudahnya
hari-hari yang pahit terasa begitu lama
sehingga kurasakan seakan-akan bertahun-tahun lamanya
Kemudian habislah tahun-tahun itu
bersamaan dengan habisnya para pelakunya
sehingga kurasakan seakan-akan tahun-tahun itu
dan peran mereka hanya ada dalam mimpi
Tepat Waktu dan Berjama’ah

Dirinya tak lagi muda. Tubuh yang sudah seperti orang yang ruku’ dalam salat itu berjalan tertatih-tatih dengan sebuah tongkat. Usianya hampir mencapai tujuh puluhan. Lewat jendela kamarku, aku memperhatikannya menyusuri jalan tanah di samping rumah. Tujuannya satu, yaitu Masjid Jihad Koto Tingga. Suara azan shalat ashar sudah terdengar. Aku masih melamun memperhatikan nenek itu. Aku begitu kagum kepadanya. Dengan kondisi tubuh yang demikian, dia masih tetap pergi ke Masjid untuk shalat berjamaah.
Pemuda itu berumur sekitar tiga puluhan. Jalannya tak lagi seperti manusia normal. Kaki kirinya lebih panjang dari kaki kanannya. Read more…
Bagaimana kamu memperlakukan Al-Qur’an saat ini?
Hasil penelusuran tim Paham Qur’ani yang berkantor di Bogor, menyebutkan tingkatan manusia terhadap pemahaman pemanfaatan Al-Qur’an di seluruh Indonesia sangat beraneka ragam, yaitu :
- Al-Quran itu diistimewakan: diyakini dan disucikan, sehingga Al-Qur’an disimpan sebaik mungkin, tidak disentuh. Dijadikan mas kawin atau hadiah dan dipajang dalam lemari yang indah sebagai hiasan. Sesekali dipegang hanya untuk dibersihkan debunya.
- Al-Qur’an itu dibaca sendirian : diharapkan pahala dan khasiatnya. Al-Quran hanyalah sebagai pengobat penyakit. Kandungan dalam ayat Al-Qur’an hanya disimpan sendiri, tidak disampaikan kepada orang lain.
- Al-Qur’an dilagukan : diharapkan indah suaranya. Al-Qur’an dijadikan alat untuk meraih ketenaran atau hadiah oleh para qori’ atau penyair. Mereka membaca Al-Qur’an dengan suara seindah mungkin, menarik perhatian orang, sedangkan makna dalam Al-Qur’an itu sendiri tidak dipahami.
- Al-Qur’an diperindah tulisannya : dijadikan seni. Ayat-ayat Al-Qur’an menjadi hiasan dinding yang kehilangan makna saking indahnya lekukan-lekukan tulisan yang dibuat.
- Al-Qur’an dibaca berulang-ulang : dijadikan mantra dan jimat. Hal ini merupakan perilaku syirik dengan memanfaatkan Al-Qur’an.
- Al-Qur’an dibaca bersama-sama : dijadikan do’a tarikat kelompok.
- Al-Qur’an dibaca di kuburan selama 40 hari : agar mendapatkan ilmu.
- Al-Qur’an dihafal : dijadikan sebagai prestise dan prestasi.
- Al-Qur’an dipelajari : dijadikan perbandingan dan pembenaran. Al-Qur’an seolah-olah digunakan untuk membenarkan suatu pendapat yang belum tentu kebenaran pendapat pribadi itu, tanpa mempelajari secara komprehensif.
- Al-Qur’an dibaca, dipelajari, dan dipahami : dijadikan keyakinan kelompok.
- Al-Qur’an dibaca, dipelajari, dipahami, diamalkan, dan disyiarkan : dijadikan manfaat bagi seluruh makhluk ciptaan Allah Subhanahuwata’ala, khususnya manusia dan alam semesta.
Bagaimana kamu memperlakukan Al-Qur’an saat ini?
Pukulan Telak
Senin kemarin aku berkesempatan membantu kakakku yang menjual ayam di Pasar Padang Panjang. Ketika sedang istirahat setelah membersihkan ayam yang akan dijual, muncul dua orang yang mengucapkan salam yang khas. Salah seorang diantaranya seorang pria berumur sekitar 30-an tahun yang terganggu penglihatannya. Satunya lagi seorang ibu, rekan si pria yang bertugas sebagai pemandu.
Sembari mengucapkan salam, sang ibu menuntun tangan si pria yang memegang sebuah ember kecil ke hadapanku. Aku langsung menjawab salam itu dan bilang, ”Maaf lu buk” (transl: Maaf dulu bu). Kedua orang itu langsung beranjak dari kedai kami. Kakakku yang tadi melayani pembeli memanggil mereka.






Recent Comments