Kesmavet

Kesmavet itu adalah singkatan dari Kesehatan Masyarakat Veteriner. Walau bukan DVM (Doctor of Veterinary Medicine) seperti gelar sebagian teman-teman di kantor, saya mencoba untuk menulis sedikit tentang bidang ini. Ga pa pa kan? Toh sebagian besar yang dikerjakan di Lab Kesmavet itu bidang saya, yaitu Ilmu Kimia. Mungkin kebanyakan teman-teman yang bukan dari Fakultas Kedokteran Hewan, atau yang kurang baca, atau yang malas baca, atau yang gak mau tahu, atau yang ga mau diberi tahu belum mengetahui apa itu Kesmavet. Jujur, saya aja baru tau Kesmavet itu saat jadi pegawai di Kementan RI dan ditempatkan di BPPV Subang, hi hi hi http://www.smileycodes.info. Malu-maluin.

Lab kesmavet BPPV Subang

Kira-kira saya masuk kategori mana ya? Kalo mahasiswa FKH saya bukan. Atau mungkin saya masuk kategori orang yang kurang baca atau malas baca?. Gak lah… Secara saya kan orang yang suka baca. Atau mungkin saya orang yang ga mau tau dan ga mau diberi tahu. Hah..? Saya ga sesombong gitu!. Jadi saya ini masuk kategori mana? Atau ada masalah lain yang menyebabkan saya ga tau? Atau informasi yang beredar sangat terbatas? Bisa jadi. Teman-teman mau masuk kategori mana?. Kategori yang keenam aja ya. Orang yang mau diberi tahu… he he he (kapan pula ada kategori enam?).

Baiknya saya ngasih info disini, biar teman-teman pada tau tentang bidang ini. Seperti yang telah diberitahu di atas, Kesmavet merupakan salah satu bidang ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan yang melakukan penelitian ato penyidikan ato pengujian mutu produk asal hewan berupa daging, susu, dan telur, serta semua produk olahannya. Peran kesmavet di Indonesia dilaksanakan oleh beberapa Perguruan Tinggi, Direktorat Kesmavet dan Pasca Panen Kementan RI, Badan Karantina (Barantan), Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), BPMPP (Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan), Balai Besar Veteriner (BBVet), Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV), dan Lab Kesmavet daerah. Selanjutnya kita fokus ke Lab Kesmavetnya BBVet, BPPV dan lab daerah aja ya. Jangan berontak!!!http://www.smileycodes.info

Di Indonesia ada 5 buah BPPV (Reg I Medan, Reg II Bukittinggi, Regional III Lampung, Reg V Banjar Baru dan BPPV Subang -yang terakhir ini masih baru-) dan 3 buah BBVet (BBVet Wates, BBVet Denpasar dan BBVet Maros). Kalo BBVet bisa dipahami kan?. Namanya aja udah “besar” jadi balai ini punya pengujian yang besar-besar, ha ha ha!. Kayak anak kecil aja. BBVet dan BPPV itu sebenarnya hampir sama, cuma BBVet mempunyai keunggulan pengujian yang lebih dan tingkat Eselonnya lebih tinggi dibanding BPPV.

Semua BPPV dan BBVet masing-masing memiliki Lab Kesmavet disamping Lab Kesehatan Hewan. Jadi jika kita kerja di BPPV atau BBVet dan ditempatkan di Lab Kesmavet maka tugasnya adalah melakukan pengujian mutu produk asal hewan dan produk olahannya. Lab Kesmavet terdapat juga pada dinas-dinas pertanian atau peternakan yang ada di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun belum semua Provinsi, Kabupaten, atau kota yang mempunyai Lab Kesmavet sendiri. Tugasnya sama dengan BPPV dan BBVet. Jadi biasanya Lab Kesmavet BPPV dan BBVet berkoordinasi dengan Lab Kesmavet daerah untuk melakukan pengawasan terhadap produk asal hewan. Paham…? Paham pak Guru!.

Pengujian apa aja sih yang dilakukan di Lab Kesmavet?. Pengujian produk asal hewan di Lab Kesmavet meliputi pengujian organoleptik, pengujian fisik, pengujian kimia, pengujian cemaran mikroba (TPC, E coli, Coliform, Staphylococcus aureus, Salmonella, Campylobacter dan mikroba patogen lainnya), dan pengujian residu (antibiotik, hormon, pestisida dan logam berat). Metode-metode pengujian mengacu pada standar nasional maupun internasional seperti SNI, BAM, AOAC dan literatur lainnya.  Seluruh pengujian yang dilakukan semata-mata menjamin produk asal hewan (daging, susu, telur dan produk olahannya) aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dan berdaya saing yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Ini sekilas mengenai Kesmavet dan lembaga-lembaga yang melaksanakan fungsi Kesmavet. Sekarang sudah tau kan tentang Kesmavet? Walau sedikit, he he. Masih banyak lagi hal-hal yang perlu diketahui mengenai bidang ini. Untuk sementara cukup segini. Biar nanti ga bloon-bloon amat jika ada yang nanya.http://www.smileycodes.info

Subang

Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205.176,95 ha atau 6,34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. Saat ini Subang memiliki 30 kecamatan dengan batas-batas wilayah administrasi adalah di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, di sebelah barat dengan Kabupaten Purwakarta dan Karawang, di sebelah timur dengan Kabupaten Sumedang dan Indramayu dan Laut Jawa yang menjadi batas di sebelah utara.

Peta Kab. Subang (dari www.subang.go.id/)

Ibukota kabupaten ini berada di Kec. Subang. Disini juga dibangun Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Subang dengan wilayah kerja meliputi provinsi Jawa Barat, provinsi Banten, dan DKI Jakarta. Sejak Mei 2010 aku berada di kota ini. Bersama dengan 9 orang CPNS Deptan 2010, aku bergabung dengan Pegawai BPPV lainnya di kantor yang merupakan hasil kerjasama pemerintah Indonesia dengan Jepang ini.

Katanya sih Laboratorium Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) ini merupakan laboratorium kesehatan hewan yang terlengkap di Asia Tenggara. BPPV Subang bertugas mendiagnosis penyakit avian influenza dan penyakit hewan menular lain, seperti rabies, antraks, dan brucellosis. Selain itu, BPPV Subang diharapkan mendukung program pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.