Ya… hanya 1,5 jam. Itupun belum sempat kubaca akte pendirian perusahaanku. CV Muslim Proud yang kudirikan sendiri ternyata hanya mampu bertahan selama satu setengah jam. Sejak pertama menerima semua berkas pendirian usaha dari notaris, satu setengah jam berikutnya semua berkas itu hilang seiring dengan dicurinya tas punggungku. Kejadiannya hari kamis tanggal 31 Juli 2008 di Masjid Muhsinin Padang Baru. Pencuri itu beraksi ketika aku sedang shalat ashar berjamaah. Tidak ada info yang akurat mengenai pencurian itu, baik dari tukang parkir atau orang-orang di sekitar masjid. Akupun tak tau harus melakukan apa. Aku berusaha tenang. Tidak memperlihatkan kegugupanku di depan orang banyak yang berkumpul di sekelilingku.
Selain berkas akte pendirian CV, di dalamnya juga terdapat Alqur’an Syamil, Flash disc, Buku catatan, KTP, Kartu-kartu keanggotaan, Buku, Jaket, Parfum, foto-foto, pena, sapu tangan, gunting, sisir, kartu nama kenalan, senter, block note dan masih banyak barang-barang yang tak kuingat. Tidak ada barang berharga sebenarnya. Yang paling berharga bagiku adalah Alqur’an dan akte pendirian usaha. Alqur’an inilah yang selalu menemaniku sejak 2 tahun yang lalu. Catatan hafalan, tilawah, dan semuanya berada disana. Aku sudah semakin dekat dengan Alqur’an ini.
Aku tidak tau motif pencuri tersebut. Sebenarnya si pencuri juga telah mencuri tas seorang siswa SMK 1 Padang di Masjid Raya Kelawi, karena isinya hanya buku-buku dan tidak ada barang berharga, si pencuri kembali beraksi dan sasarannya sekarang adalah Masjid Muhsinin di padang baru. Tas siswa tadi digantinya dengan tas ku. Jadinya, taskulah yang dia curi.
Tadi siang aku melapor ke Poltabes Padang. Disana kutemukan seorang bapak dengan anaknya yang juga kehilangan tas di Masjid Nurul Iman saat shalat Jumat. Gayanya sama. Yang dicuri adalah tas anak sekolah. Setahuku, telah tiga orang korban dari pencuri ini. Aku minta polisi untuk mengusut kasus ini. Mudah-mudahan pelakunya tertangkap.
Kepada pencuri tasku. Please, tolong dikembalikan tasku beserta isinya. Di dalam tas itu ada KTP dan disana ada alamat rumahku. Aku butuh sekali barang-barang itu. Sekali lagi kepada pencuri tasku, jika kamu tidak mau mengembalikannya, jangan dibuang. Ambil Alqur’an didalamnya dan bacalah. Dalam tasku juga ada buku “Tausyiah untuk aktivis Islam”. Baca juga ya…
Aku selalu berdo’a. “Allah berilah hidayah kepada pencuri itu untuk mengembalikan tasku kalau masih menjadi hakku. Seandainya tidak, aku ikhlas. Mudah-mudahan hal itu dapat menghapus segala dosa-dosaku yang telah lalu.