Masjid Agung Medan merupakan warisan dari kesultanan Deli. Masjid ini populer dengan nama Masjid al-Mashun, Masjid Deli, dan Masjid Agung Medan. Setelah berkunjung ke Istana Maimoon, aku dan teman-teman sampai di Masjid ini, yang jaraknya sekitar 200 meter dari istana. Masjid dibangun oleh Sultan Makmum Al Rasyid Perkasa Alamsyah (Sultan Deli) pada 1906. Rancang bangunannya didesain oleh arsitek Belanda, JA Tingdeman, yang mengusung gaya bangunan Maroko, Afrika Utara.
Bangunan masjid terbagi menjadi tiga, gerbang masuk, ruang utama, dan tempat wudhu. Gerbang masjid ini begitu megah. Ruang utama digunakan sebagai tempat salat, bentuknya persegi delapan tidak sama sisi. Sisi kiri (selatan-timur) dan kanan (utara-timur) ruang salat utama dikelingi oleh gang.
Gang ini mempunyai deretan bukaan (jendela tak berdaun) lengkung yang berdiri di atas balok. Sedang tempat wudhu terpisah di bagian luar.

