Archive

Archive for December, 2008

Puasa Arafah

December 6, 2008 guswanto Leave a comment

(dari milis sahabatmipa)

Besok Ahad/MINGGU 9 Dzulhijjah, Puasa Arafah, yuk…

Besok Ahad 9 Dzulhijjah 1429 H, bertepatan dengan 7 Des 08, saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah haji sedang wukuf di Arafah. Kita sangat dianjurkan untuk berpuasa, disamping melaksanakan amalan lain di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Pada sepuluh hari yang pertama ini, kita disyariatkan untuk banyak berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik itu berupa ucapan takbir, tahmid, maupun tahlil. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan supaya mereka berdzikir menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (Al-Hajj: 28)
Diterangkan oleh para ulama bahwa hari-hari yang ditentukan pada ayat tersebut adalah sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah. Maka hadits dan ayat tadi menunjukkan keutamaan hari-hari tersebut dan betapa besarnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba- Nya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala masih memberikan kesempatan bagi orang yang belum mampu menjalankan ibadah haji untuk mendapatkan keutamaan yang besar pula, yaitu beramal shalih pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Sehingga sudah semestinya kaum muslimin memanfaatkan sepuluh hari pertama ini dengan berbagai amalan ibadah, seperti berdoa, dzikir, sedekah, dan sebagainya. Termasuk amal ibadah yang disyariatkan untuk dikerjakan pada hari-hari tersebut –kecuali hari yang kesepuluh– adalah puasa.
Apalagi ketika menjumpai hari Arafah, yaitu hari kesembilan di bulan Dzulhijjah, sangat ditekankan bagi kaum muslimin untuk berpuasa yang dikenal dengan istilah puasa Arafah, kecuali bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah.

Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“(Puasa Arafah) menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim)
“Tidaklah seseorang berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka (karena puasanya) sejauh 70 tahun perjalanan” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adapun bagi para jamaah haji, mereka tidak diperbolehkan untuk berpuasa, karena pada hari itu mereka harus melakukan wukuf. Karena mereka memerlukan cukup kekuatan untuk memperbanyak dzikir dan doa pada saat wukuf di Arafah. Sehingga pada hari tersebut kita semua berharap untuk mendapatkan keutamaan yang sangat besar serta ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa hari itu adalah hari pengampunan dosa-dosa dan hari dibebaskannya hamba-hamba yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki dari api neraka. Sebagaimana dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka, lebih banyak daripada di hari Arafah.” (HR. Muslim)
Oia, ada juga bagi yang mampu dengan berkurban Pada Hari Raya Qurban dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung.

Semoga Allah mengumpulkan kita kedalam hamba-hamba- Nya yang pandai bersyukur… .
Ayo bersama menuju kebaikan….

by Ihsan Iswaldi

Categories: Uncategorized

thalib n thalibah Chemistry 03

December 6, 2008 guswanto Leave a comment

Categories: Uncategorized

Fainna Ma’al Usri Yusron

December 4, 2008 guswanto Leave a comment

(Dari milis alumnikimiaunand)

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (Al-Inshirah 4-5)

Semoga bermanfaat,
Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit
tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?”
ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut
rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita.
Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak
katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang.
Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan
meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat
si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? ” tanya
si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga
pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang
yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian
menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa
bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh
induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya
sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda
ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi
tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama
lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak,
memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran
petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan
datang. Hujan datang! Horeeee!”

hujan

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak
datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh
dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.
Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang
bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah
sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan
sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya
Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama
kesukaran ada kemudahan.

Categories: Hikmah