Archive

Archive for November, 2008

Shalat Subuh sebagai Paramater

November 24, 2008 guswanto Leave a comment

Adik-adik mahasiswa asrama itu susah sekali dipercaya. Setidaknya itulah yang kurasakan. Aku harus ekstra hati-hati kalau keluar dari asrama. Adik-adik asrama itu pasti mencurahkan segala isi hati mereka dengan meribut dan berteriak habis-habisan. Pernah suatu ketika, saat mau pergi mabit ke masjid nurul “ilmi yang diadakan beberapa waktu yang lalupun aku harus berpikir keras bagaimana caranya meninggalkan asrama. Hasilnya, malam itu 2 buah kursi berterbangan ke zona hijau.

Aku sangat sedih melihat kondisi asrama saat ini. Mereka telah mendapatkan segala macam bentuk pembinaan, mulai dari ESQ, AMT, Super Spiritual training, subuh Berjama’ah, Quantum learning, FGD dan berbagai bentuk pembinaan lainnya. Tapi hasilnya jauh dari harapan. Di asrama putra saat ini lebih kurang 100 mahasiswa yang bermasalah dengan kehadiran shalat subuhnya. Maklum, program utama asrama adalah shalat subuh berjamaah di Masjid nurul ‘ilmi. Jadi parameter penilaian kualitas mahasiswa asrama adalah kehadiran shalat subuh. Parameter ini sangat tepat sekali. Terbukti, mereka yang sering buat keributan, sering melanggar aturan asrama, suka begadang, suka menganggu teman-teman yang lain, sering merusak fasilitas asrama, sering buang sampah sembarangan, kamar yang kotor, dan lain sebagainya adalah mereka yang kehadiran subuhnya bermasalah. Dengan subuh juga dapat dilihat mereka-mereka yang sering berbohong. Mereka akan mencari cara bagaimana agar bisa titip absen.

Benar ternyata sabda Rasulullah mengenai orang-orang munafik. Orang-orang munafik itu bisa dilihat bagaimana shalat isya dan shalat subuhnya. Untuk kedua shalat ini, seandainya umat Islam tau bagaimana keutamaannya, pastilah mereka akan pergi shalat berjamaah tepat waktu ke masjid walaupun dalam keadaan MERANGKAK…

Kayaknya paramater ini wajib kita syaratkan juga kepada calon-calon pemimpin kita yang bertarung di ajang pilkada, pemilu legislatif, bahkan calon presiden sekalipun. Jangan pilih deh pemimpin yang sering melalaikan shalat subuh dan shalat isyanya.

Categories: opini Tags:

Change

November 23, 2008 guswanto Leave a comment

Seminggu lagi, aku akan pergi meninggalkan pekerjaan yang kutekuni sejak awal Agustus 2008 lalu. InsyaAllah aku akan memulai langkah awal dari impianku untuk menjadi pengusaha. Membiayai dua orang adik sangat menuntut aku untuk berusaha lebih keras. Mudah-mudahan segalanya dapat berjalan sesuai dengan rencana. Amin

Categories: Uncategorized

This Job…

November 22, 2008 guswanto Leave a comment

Pekerjaan ini, menyenangkan sekaligus menyedihkan, mengancam atau terancam, kasih sayang atau marah, keihklasan dan berharap, hambatan menjadi tantangan, Antara harus berjalan atau berlari, antara semangat dan kelelahan, antara harus bicara atau langsung berbuat, menerima keluhan dan tuntutan, … Semuanya kompleks yang menyebabkan orang-orang terbaik kampus tidak mau mengemban amanah ini.

Categories: About me Tags:

Tetaplah Semangat Saudara/i ku…!!!

November 20, 2008 guswanto Leave a comment

Beberapa menit yang lalu, aku berkunjung ke milisnya TNT CO3 (tholib n Tholibah Chemistry 03) dan menemukan postingan berikut ;

” assalamu’alaikum wr,wb. do’aku semoga kawan kawan selalu dalam lindungan Allah SWT pagi dan petang.
> masih ingat nama nama dibawah ini:::?????/
> kiswanto,ibnu rusdi,wiwit, ronald A,dolla indra,azuar, rahmat zulfi,edrianto, berkip pratama,zedri f. dion O…trus ada vivi M,ade irma,ade,suci, yunita,riri Okta Y. maaf kalo ada yang tidak tersebut disini.
> ternyata mereka masih berjuang untuk sebuah gelar.tanpa sengaja obrolan dengan Revina C sagita alias (gbut) mengupas nama nama diatas. obrolan kami seputar apa, dimana,dan bagaimana kbr mereka semua.?
> mohon maaf seribu kali maaf kawan kawan semua, ttidak ada maksud untuk menggosipin nama nama diatas, dan tulisan  ini bukan maksud untuk menggosip. cuma sekedar memberi tahu bahwa ternyata dari nama nama diatas ada yg tidak jelas lagi statusnya,
>  ada yang sepertinya sudah menyerah, dan ada juga yang kita tidak tau lagi kabarnya (atau kita yang tidak mau tau lagi kabarnya).”

Postingan ini ditulis oleh ibnu (temanku seangkatan). Batinku tersentak. Ternyata masih banyak teman-teman seangkatan yang masih berjuang demi sebuah gelar (S.Si). Mereka semua telah memasuki tahun keenam kuliah, ada yang akan tamat dan ada yang masih tidak tahu apakah menyelesaikan kuliah atau tidak. sabarMemang sejak wisuda pada April 2008 lalu aku mulai jarang ke kampus. Sudah mulai sibuk mengatur masa depan. Tapi ada yang terlupakan. Saudara/i ku seangkatan yang masih di kampus, masih merintih dalam hatinya, “Masihkah ada kesempatan untuk merasakan dekapan san pelukan penuh arti dan bangga dari orang tua saat wisuda”. Semangat untuk menyelesaikan kuliah mungkin mulai luntur dalam diri mereka.

“Tetaplah yakin saudara/i ku. Kesempatan itu Masih Ada. Jangan menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin. Orang tuamu masih menunggu keberhasilanmu.”

semangat

>>>TETAPLAH SEMANGAT SAUDARA/I KU<<<

Categories: opini

Kamu Bikin Malu Islam, Saudariku…

November 20, 2008 guswanto Leave a comment

Dinginnya selasa malam, 18 November 2008 yang diiringi dengan hujan rintik-rintik tidak membuat kami mengurung diri di kamar masing-masing. Kami duduk di kursi-kursi tempat belajar di lantai dasar Asrama Mahasiswa Putra Unand. Walau tidak semua anggota kelompok yang hadir, namun kami tetap melakukan FGD (Focuss Group Discussion) disana. Kebetulan sehari sebelumnya, salah seorang dari adik-adikku itu on air di RRI pro 1 membahas UU pornografi. Heru menyampaikan sekilas pandangannya tentang UU pornografi, termasuk pro dan kontra yang terjadi saat dirinya on air di radio tersebut. Intinya, walaupun UU tersebut telah disahkan, masyarakat masih terbagi dalam dua kubu yang saling bertentangan. Ada yang pro dan ada yang kontra. Yang Pro tentunya merasa puas dengan penetapan UU Pornografi tersebut. UU yang telah diperjuangkan selama 10 tahun itu ditetapkan beberapa waktu yang lalu di gedung para wakil rakyat diiringi aksi walk out oleh fraksi PDS dan PDIP. Fraksi PDS jelas, mereka kaum kristen yang paranoid ditegakkannya syariat Islam di Indonesia. Menurut mereka UU Pornografi adalah produk Islam yang wajib dihalangi bagaimanapun caranya. PDIP pun mempunyai alasan yang kuat untuk tidak setuju karena basis konstituen mereka berada di Bali dan dari kalangan nasionalis sosialis yang jauh dari Islam. Yang kontra selalu saja mempersoalkan daerah-daerah yang masyarakatnya sering “buka-bukaan” seperti Bali dan papua. Satu lagi opini yang berkembang di kalangan kubu yang kontra adalah UU pornografi tidak akan berjalan efektif. Mereka pesimis UU ini akan dijalankan dengan baik. Sutralah… Orang2 yang kontra. Selamat berjuang di jalan yang salah…

Diskusipun berlanjut. Aku menambahkan, itulah salah satu produk dan bentuk keberhasilan dari Ghazwul Fikri (perang pemikiran) yang dilancarkan oleh non-muslim. Bahkan kubu yang kontra dengan UU itu adalah orang yang mengaku Islam. Tapi jalan hidup yang dipilihnya selain dari Islam. Tanya kenapa…? Ya, karena mereka korban dari perang pemikiran tersebut. Sebut saja JIL, Kaum Hedonis, pelaku Pornografi, Aktivis HAM kebingungan, para orientalis sok pintar, Antek-antek yahudi dan Nasrani yang jual agama untuk uang dan orang-orang yang nganggap pornografi itu adalah jalan hidup. Selamat berjuang juga deh dijalan yang salah…

Setelah dibaca-baca, UU tersebut tidak ada yang janggal. Bahkan sangat sesuai sekali dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Tapi, kok masih ada yang tidak setuju ya…? tanya Kenapa…?

campur baur

Selanjutnya, muncul pertanyaan dari seorang peserta FGD tentang kondisi yang sekarang dia lihat. Dia menanyakan bagaimana Islam dipahami oleh seorang cewek?. Fenomena yang terjadi adalah para cewek-cewek berjilbab itu tidak tau diri sama sekali. Mereka dekat dengan cowok, bahkan sering melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh yang bukan mahram. Dia bercerita tentang pengalamannya minggu lalu ketika nginap di tempat teman dekat taplau (Muaro Padang). Pada malam itu banyak sekali pasangan muda-mudi bermesraan di tepi pantai. Dia melihat sebagian besar ceweknya berjilbab. Dia bertanya-tanya. Buat apa para cewek itu berjilbab, toh perbuatannya sama saja dengan cewek biasa yang tak berjilbab?. Mereka seolah-olah mempertontonkan Islam seperti itu. Tidak seharusnya mereka menyandang predikat cewek berjilbab jika perangainya sama saja dengan gadis nakal yang mudah saja dipreteli oleh para lelaki. Bahkan adik itu bilang, tidak usah saja mereka pakai jilbab, kalau perangainya merusak citra Islam.

Kepada saudari-saudariku yang berjilbab.

Jadikanlah dirimu laksana mutiara di dasar lautan. Butuh pengorbanan yang besar untuk mendapatkanmu dan itu karena kamu begitu berharga.

Jangan jadikan dirimu pisang goreng yang dijual di tepi jalan yang mudah diotak-atik oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Ingat kamu begitu berharga. Jangan permalukan Islam dengan perbuatanmu. Secara tidak langsung kamu punya andil menjauhkan hidayah dari orang-orang yang berhak menerimanya ketika kamu yang berjilbab melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak pantas itu. Ingat, kamu diperhatikan.

Kalau ada seorang cowok yang begitu tampan menurutmu, ingin menjadikanmu pacarnya, tantang dia. Apakah dia mau menikahimu dalam waktu 3 (tiga) bulan?. Jika dia ragu, suruh saja dia balik kanan dan pulang ke orang tua yang akan memanjakannya.

Categories: opini Tags: