Archive

Archive for February, 2008

Seminar Hasil Penelitian

February 28, 2008 guswanto Leave a comment

Tiga puluh menit sebelum seminar, saya telah sampai di jurusan kimia Unand. Saya langsung mengambil pesanan snack seminar di tempat fotokopi ni Pat dan naik ke lantai tiga, ke ruang sidang. Sakit kepala yang dari siang tadi saya rasakan hampir tak tertahankan. Walaupun saya sudah menelan 500 mg parasetamol dan 4 mg CTM saat makan siang namun rasa sakit itu tak kunjung reda.

Jadwal seminar hasil penelitian saya pada selasa, 26 februari 2008 dimulai jam tiga. Menit-menit menjelang seminar saya gunakan sebaik-baiknya untuk istirahat dan menenangkan tubuh. Berharap sakit kepala ini dapat hilang. Saya sempat bingung bagaimana nanti saat seminar dengan kondisi seperti ini.

Di dalam ruangan sidang masih ada seorang dosen dengan beberapa orang mahasiswanya yang sedang kuliah. Lima menit menjelang seminar saya beranikan diri untuk menemui dosen tersebut dan memberitahukan kalau saya akan seminar hasil penelitian jam tiga di ruangan ini. Karena memang ruang sidang bukan untuk ruang kuliah, jadinya dosen itu mengalah dan mengakhiri kuliahnya.

Seperti biasa, seminar dibuka oleh dosen pembimbing lalu mempersilahkan pemakalah untuk mempresentasikan makalahnya. Selama sepuluh menit saya menampilkan dan menjelaskan slide-slide yang dipancarkan oleh LCD. Saya cukup gugup, namun saya berusaha untuk tampil sebaik mungkin. Biasanya parasetamol tidak memberikan efek samping yang berarti pada tubuh saya, namun kali ini sepertinya obat tersebut membuat saya susah untuk berfikir. Bayangkan, pertanyaan dari seorang dosen yang menjadi inti dari penelitian saya, tidak mampu saya jawab. Saya banyak termenung berusaha memikirkan jawaban dari banyak pertanyaan, yang tidak kunjung saya temukan. Saya pikir kedua pembimbing saya, satu orang profesor dan satunya lagi seorang doktor cukup kecewa dengan seminar kali ini. Banyak sekali pertanyaan yang tidak mampu saya jawab dan saya juga tidak berani mengatakan “saya tidak tahu”.

Walaupun dinyatakan lulus namun saya merasa seminar kali ini adalah seminar terparah yang saya lakukan. Seminar literatur, seminar proposal dan seminar KPST, walaupun ada kurangnya, namun saya merasa puas setelah menyelesaikan seminar-seminar tersebut. namun seminar kali ini lain. Saya sempat menyesal namun bagaimana lagi, saya telah berusaha. Saya harus bersyukur karena saya telah melewati satu fase lagi untuk menyelesaikan studi S1.

Pukul 16.15 seminar berakhir. Saya langsung menuju mushala ukhuwah FMIPA untuk shalat ashar. Sakit kepala yang sejak tadi saya rasakan masih ada. Saya berusaha mengatur nafas dengan baik agar oksigen lebih banyak masuk ke aliran pernafasan, namun cara ini juga tidak mampu mengurangi rasa sakit itu. Setelah shalat saya langsung pulang ke wisma dan saya menghabiskan sebagian besar sore itu sampai malamnya untuk tidur. Bangun hanya untuk makan, shalat magrib dan isya di masjid dekat wisma.

Permintaan dari warga wisma untuk membelikan martabak malam itu (sebagai rasa syukur karena telah berhasil seminar) untuk sementara waktu saya diamkan dulu karena masih saja sakit kepala itu tidak hilang dan uang saya sedang tidak ada. Mudah-mudahan mereka mau mengerti.

Perbaikan-perbaikan skripsi baru bisa saya kerjakan setelah subuh.

Categories: About me

Berbisnis Ala Anne Ahira…?

February 24, 2008 guswanto Leave a comment

Profil Anne Ahira begitu bagus ditulis oleh Ari Chandra “Archan” Kurniawan di bukunya yang berjudul “Ngapain Nunggu Tua Kalau Mau Kaya”. Anne Ahira disejajarkan dengan Prof. Nelson Tansu, Taufik Hidayat, Chris John dan anak muda Indonesia lainnya yang sukses dibawah umur 30 tahun. pada awalnya saya tertarik membaca profil tersebut. Saya mengunjungi situsnya di asianbrain.com, setelah saya search di google dengan keyword “anne ahira”. Namun apa yang saya temukan ternyata ada sebuah blog dengan nama antianneahira.blogspot.com.

Asianbrain.com berisi semua strategi Anne sebagai ahli internet marketing. Dengan membaca situs ini, semua orang mungkin tertarik dengan tingginya penghasilan yang didapat oleh anggota smart brain. Tentunya Anne adalah pimpinan dengna penghasilan tertinggi. Anne mengaku meraih penghasilan ribuan dollar dalam sebulan hanya dengan kerja tanpa beban. Intinya bisnis Anne adalah menjual modul kursus belajar internet dan peserta membayar 199 ribu rupiah perbulan.

Sekilas tidak ada yang salah. Namun ketika saya mengunjungi antianneahira.blogspot.com, setidaknya saya tercerahkan dengan beberapa artikel yang menulis tentang bisnisnya Anne. Menurut blog ini ada istilah downline dan upline kayak MLM. Trus kalangan elite dalam smartbrain yang akan meraih keuntungan yang besar sedangkan downline2 yang baru bergabung dituntut untuk mencari target downlinenya juga. Wah ini MLM benaran dong. Menurut blog ini, Anne diragukan sebagai ahli internet marketing.

Apa sebenarnya Internet marketing (IM)? Carolyn Siegel (2004) mendefinisikannya sebagai berikut: “Internet marketing or e-marketing is marketing in electronic environments primarily on the Internet, on one or more of its services (www, email), or offline by enterprises that produce and sell Internet-related products.”

Menurut blog ini juga bisnis Internet Marketingnya Anne Ahira bisnis kapitalis yang menguntungkan tapi akan merugikan downline terbawah.

Saya jadi bertanya. Apa Archan sebagai penulis buku “Ngapain Nunggu Tua Kalau Mau Kaya” tidak menelusuri lebih jauh mengenai Anne Ahira?. Menurut saya suatu kesalahan yang besar jika profil Anne Ahira muncul di buku yang bagus ini. Anne Ahira tidak pantas disandingkan dengan Prof. Nelson Tansu, Phd, Taufik Hidayat, Chris John dan anak muda Indonesia lainnya yang sukses dibawah umur 30 tahun.

Wallahualam

Categories: opini

Catatan Mukhayam

February 20, 2008 guswanto Leave a comment

 Ditulis 6 Februari 2008

Beberapa hari menjelang mukhayam, kota Padang sering diguyur hujan, sehingga banyak diantara calon peserta mukhayam yang mengurungkan niatnya untuk ikut. Jumlah peserta yang semula ditargetkan panitia sebanyak 200 orang tidak tercapai, yang ikut hanya sekitar 150-an orang. Alhamdulillah ternyata sebagian besar acara mukhayam diiringi dengan cuaca cerah dan malam berbintang. Disini semangat calon peserta diuji. Siapa yang berani dan siapa yang penakut.

Perjalanan dimulai dari Jati pada hari jum’at, 1 Februari 2008 jam 15.30, oleh rombongan pertama. Rombonagan ini berjumlah setengah dari peserta, karena kendaraan yang disediakan panitia cuma satu. Saya ikut pada rombongan pertama, bersama dengan empat orang anggota kelompok lainnya. Empat orang yang lain terpaksa tinggal, untuk berangkat pada rombongan kedua. Sekitar pukul 16.15 kami sampai di lokasi mukhayam di daerah Sei Bangek. Tenda posko panitia telah berdiri sebelum kami datang. Terlihat panitia sibuk mengatur barang-barang mereka. Sebelum mendirikan tenda kelompok, kami shalat ashar di dekat tenda posko panitia.

Saya tergabung dalam kelompok enam belas. Jumlah anggotanya sembilan orang dan saya ditunjuk menjadi ketua. Ada dua puluh kelompok yang ikut yang berarti ada dua puluh tenda yang akan berdiri di sekitar tenda posko. Panitia telah mengatur sedemikian rupa letak masing-masing tenda. Dimulai dari bagian kanan tenda posko selanjutnya berderet membentuk lingkaran dengan lapangan di depan tenda posko sebagai pusat lingkarannya. Tenda kami didirikan cukup jauh, karena daerah di sekitar pancang yang ditancapkan panitia tempat didirikannya tenda kami, direndam oleh air hujan. Kami berinisiatif untuk mencari tempat yang kering dan lebih tinggi sehingga terhindar dari genangan air ketika hari hujan nantinya.

Setelah acara pembukaan, kami semua berkumpul di tenda masing-masing untuk persiapan shalat dan makan malam. Taujih oleh seorang ustadz disampaikan setelah Isya. Kandungan taujih yang diberikan berupa 3 pegangan berjuang di jalan Allah yaitu syukur nikmat, orientasi akhirat, dan keikhlasan. Mulai pukul sebelas malam, setiap tenda diwajibkan untuk melakukan dirosah (jaga-jaga) sampai jam tiga pagi. Saya dapat giliran jaga shift terakhir dengan seorang teman, dimulai dari jam dua sampai jam tiga. Setelah itu qiyamullail, shalat shubuh dan dilanjutkan dengan kultum. Seusai kultum semua peserta disuruh memakai pakaian lapangan dan siap untuk Riyadoh. Sebelum riyadoh dilakukanm evaluasi dirosah tadi malam. Ada beberapa kelompok yang kecolongan, ada yang kehilangan sandal, sepatu, ransel, dan sebagainya, semuanya itu dicuri oleh panitia saat mereka lengah. Mereka diberi hukuman push up oleh instruktur. Alhamdulillah barang-barang kelompok kami tidak ada yang dicuri. Pagi itu setiap kelompok menyampaikan nama kelompok masing-masing berupa nama-nama sahabat Rasulullah dan yel-yel kelompok. Saat menentukan nama kelompok, semua kelompok tidak dibenarkan melakukan kompromi denga kelompok lain untuk memilih nama kelompok. Setiap kelompok dengan nama yang sama diwajibkan mempersiapkan wakilnya untuk melakukan gulat untuk mempertahankan nama tersebut dan kelompok mana yang pantas memakai nama tersebut. Kelompok saya memilih nama “Hanzalah, sahabat yang dimandikan malaikat”. Ada satu lagi kelompok yang memakai nama yang sama, sehingga kami harus mempersiapkan wkil kami untuk gulat. Saat gulat, kelompok kami kalah sehingga harus mengganti nama kelompok. Akhirnya kami sepakat Zubair bin Awwam sebagai nama kelompok kami. Pagi itu dilakukan pengenalan medan di sekitar lokasi perkemahan. Di sini terlihat betapa kuatnya semangat keikhlasan. Seluruh peserta bermandikan lumpur padahal hanya dipandu oleh dua orang instruktur. Kami disuruh masuk ke kolam bekas penggalian, dan merayap di selokan lumpur. Saat itu kami sempat ngobrol diantara peserta. “Seandainya sekarang ini OSPEK, pasti kedua instruktur itu tidak akan selamat dan kami kembali ke tenda dalam keadaan bersih dan segar”. Namun saat ini kondisinya lain. Kami datang dengan keikhlasan, berharap kekuatan jasmani kami dilatih, mempererat dan mengenal lebih jauh sesama ikhwah, dan meningkatkan ruhiyah. Yah, gimana lagi, jalani saja. “Kan belum disuruh merayap diatas kotoran?”, kelakar seorang ustadz. Pengenalan medan (ma’rifatul medan) diakhiri dengan mandi di sungai. Wuih…Asyik…sajuak bana!. Sebelum shalat zuhur, terdapat sesi tali-temali. Pada sesi ini peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan disuruh membuat tandu.

Setelah shalat zuhur dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan outbound. Ada enam buah outbound yang disiapkan panitia dengan durasi masing-masingnya 20 menit. Outbound tersebut adalah merayap di lumpur, human tower, human leader, pipa bocor, electric net dan spider web. Outbound berakhir pada waktu ashar. Sebagian peserta sudah mulai mandi dan bersih-bersih di sungai, karena mereka mengira acara sudah berakhir. Ini mukhayam yang ketiga bagi saya, sehingga saya tidak ganti baju, karena saya tahu masih ada lagi sesi yang membuat baju berlumpur lagi yaitu sesi halang rintang. Sebelum sesi halang rintang, acara diisi dengan simulasi perang. Semua peserta dibagi dua kelompok dan diberi balon lalu ditiup dengan besar tertentu. Target serangan adalah memecahkan balon peserta lawan sebanyak mungkin. Peserta yang balonnya pecah disuruh keluar arena peperangan. Kelompok saya menang dalam peperangan ini, namun balon saya sudah pecah sebelum perang berakhir oleh seorang akh yang begitu agresif, sampai-sampai hidung saya tak luput dari serangan tangannya. Saat keluar arena peperangan saya masih merasakan sakit di hidung saya. Serasa ada darah yang mau mengalir keluar. Sesi halang rintang berupa push up, sit up, rolling, merayap, guling-guling dan lari zig-zag. Selanjutnya dilakukan rafting dari sebuah bukit disamping sungai. Waktu magrib semakin dekat, sehingga panitia mempersingkat sesi ini. Saya sendiri hanya mampu mencapai 2 meter dan disuruh terjun ke sungai karena peserta masih banyak yang antri di atas bukit.

Setelah shalat magrib dan isya kami semua istirahat, makan malam dan mempersiapkan penampilan bakat kelompok. Sebagian besar anggota kelompok saya tertidur di tenda karena lelah seharian berkubang dengan lumpur. Cuma beberapa orang yang masih bangun, sehingga kami sulit mencari format penampilan yang akan kami lakukan. Ada ide untuk membuat drama musikal. Susah sekali mencari konsep drama dalam waktu singkat. Akhirnya kami memutuskan untuk bernasyid saja. Nasyid yang kami lantunkan adalah “Indonesia Memanggil”-nya Shoutul Harokah. Saat acara Haflah (penampilan bakat) semua kelompok menampilkan beragam kreatifitas, ada yang menampilkan teater, ada yang nasyid, ada yang unjuk jurus silat, ada yang mendongeng, ada yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, ada yang berlagak jadi penyiar radio, ada yang melakukan terapi balon, ada yang promosi produk terbaru mereka “susu mukhayam” dan masih banyak lagi. Namun kelelahan membuat sebagian peserta mengantuk ketika acara yang ditampilkan monoton. Bahkan ada penampilan yang tidak mendapat respon sama sekali oleh peserta, karena penampilan itu tidak ada ruh sama sekali. Kelompok saya pun ikut-ikutan ngantuk ditambah lagi jadwal penampilan kami adalah penampilan yang terakhir yaitu penampilan ke 20. Kami sempat putus asa, namun ternyata saat itu adalah waktu yang tepat untuk sebuah nasyid semangat yang akan kami lantunkan. Peserta yang tadi mengantuk sontak berdiri saat kami bernasyid, ”Negeri Indah Indonesia. Memanggil namamu, menyapa nuranimu”. Saya sempat melonjak girang, walaupun paduan suaranya hancur tak beraturan, banyak cengkoknya, tapi saya tidak peduli, yang penting semangat. Penampilan kami sukses dengan mengajak semua peserta untuk berdiri dan ikut bernasyid. Haflah berakhir pada pukul 00.30. Semua peserta kembali ke tenda dan dengan keadaan sangat mengantuk, namun malam itu ternyata masih ada tenda yang melakukan dirosah.

Pukul 4 pagi semua peserta dikumpulkan di depan tenda posko karena akan dilakukan jurit malam. Setelah dibekali sandi, pesan dan sebuah kotak amanah, kamipun berangkat dengan mengikuti rute yang kami lalui saat ma’rifatul medan pada sabtu pagi, tapi tidak ada masuk ke kolam bekas penggalian dan merayap di selokan berlumpur. Alhamdulillah, jurid malam dilalui kelompok kami dengan lancar.

Minggu pagi, seluruh kelompok mulai berkemas dan menyiapkan diri untuk longmarch. Acara longmarch, dipandu oleh seorang penunjuk jalan dari warga sekitar dan beberapa orang instruktur. Hujan lebat mulai mengguyur lokasi perkemahan. Namun cuaca ini cukup menguntungkan kami. Walaupun harus basah kuyup, namun energi tidak terkuras saat longmarch. Air hujan tersebut menyejukkan tubuh, sehingga kelelahan berjalan jauh jadi tidak terasa, Alhamdulillah.

Rombongan longmarch kembali lagi ke lokasi perkemahan untuk bersiap-siap pulang. Setelah shalat zuhur dan acara penutupan kami semua bermaaf-maafan dan mengucapkan salam perpisahan dengan seluruh panitia dan peserta mukhayam. Berharap dapat bertemu lagi pada mukhayam selanjutnya.

Categories: About me

Betapa Lambannya Indonesia Menerapkan Ekonomi Syariah

February 20, 2008 guswanto Leave a comment

 Ditulis 30 januari 2008

Di saat negara maju berlomba-lomba menggaet besarnya dana investasi dari sistem syariah, Indonesia masih belum melakukan apa-apa. Bayangkan dua RUU syariah sudah tiga (3) tahun mengendap di daftar antrian pembahasan DPR.
Penolakan, jelas dilakukan oleh mereka yang tidak paham dengan sistem itu sendiri. Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) dalam hal ini, terang-terangan bilang pengajuan sistem syariah ini atas dasar agama. Memang betul atas dasar agama, akan tetapi ketika sistem itu bagus, mengapa kita tidak memakainya, selagi tidak ada pertentangan yang mendasar.
Banyaknya anggota DPR yang belum mengerti sistem syariah juga menjadi alasan lamanya RUU syariah tersebut dibahas. Dalam hal ini, kredibilitas anggota DPR perlu dipertanyakan.
Apakah DPR tidak mau belajar?. Apakah anggota DPR malas membaca?. Apakah anggota DPR tidak memperhatikan bagaimana perkembangan perekonomian dunia saat ini?
Kayaknya anggota DPR yang beragama Islam mati kutu deh dengan penolakan dari salah satu fraksi kayak FPDS saja. Mana semangatnya. Belajar, belajar, belajar.
Indonesia lamban sekali ya. Kapan ya perekonomian Indonesia maju dan bebas dari imbasan keruntuhan perekonomian negara lain.
Saya juga mau tuh belajar ekonomi syariah.

Categories: About me

Renovasi Sekolah, Reality Show ato Nyindir Pemerintah?

February 20, 2008 guswanto Leave a comment

Ditulis 25 januari 2008

Renovasi Sekolah
anteve, Minggu, pkl. 09.30 WIB

Sedih rasanya melihat Indonesia. Pendidikan dianaktirikan. Pemerintah seolah-olah segan mengeluarkan dana lebih besar untuk meningkatkan taraf pendidikan. Coba lihat reality show di anteve berjudul Renovasi Sekolah.
Bayangkan kondisi sekolah yang hampir hancur, tidak kondusif dan kalo hujan harus merapat ke tempat kering menghindari rembesan air. Anak-anak itu tampak kasihan harus memohon agar sekolahnya diperbaiki. Menyedihkan ;-(
Jadi teringat dengan kisahnya Andrea Hirata di Laskar Pelangi. Kondisi ruang belajar mereka yang tak lebih baik dari kandang ternak.
Siapa sih yang salah?
Kayaknya pemerintah Indonesia berkepala batu deh, sebab kondisi menyedihkan itu telah dipublish secara terang-terangan di TV. Cuma kemasannya aja yang dibuat seolah ada yang berbaik hati membantu pemerintah memperbaiki sekolah. Menyedihkan sekali. Saatnya pemerintah buka mata, buka hati, buka pikiran, buka semuanya untuk mensejahterakan rakyatnya.

Categories: About me